
Setelah mengenal dan mengetahui keunggulan open source sehingga kita dapat merasakan asyiknya menggunakan open source. Namun itu saja belum cukup sebelum kita menggunakan produk-produk yang open source seperti artikel yang akan saya paparkan dibawah ini yaitu mengenai Joomla CMS yang open Source.
Salah satu hasil karya hebat dari programmer-programer dunia adalah membuat joomla. Joomla adalah sistem manajemen konten atau yang sering kita sebut dengan CMS (content Management System) yang ditulis menggunakan bahasa pemograman PHP dan menggunakan basisdata MYSQL yang bebas dan terbuka (free open source) yang dapat digunakan untuk keperluan di internet maupun intranet. Asal kata Joomla sendiri berasal dari kata Swahili yang berarti “kebersamaan”

Joomla secara garis besar mengandung tiga (3) elemen dasar diantaranya, webserver (server web) yang dapat kita asumsikan terhubung dengan internet atau intranet yang berfungsi sebagai penyedia layanan situs. Selanjutnya adalah script PHP yang merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada webserver. PHP juga merupakan software open source yang bebas dan gratis kita gunakan. Dan elemen dasar yang ketiga adalah MYSQL MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau komersial. MySQL merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

Dengan elemen dasar tersebut, halaman joomla dapat diakses dengan mengeksekusi URL dan kandungan parameter konten (section, category, ID article dan lain-lain) pada browser web yang kemudian terhubung dengan webserver atau istilah ini dapat kita kenal dengan sebutan query string. Berdasarkan parameter tersebutlah, sistem skrip Joomla melakukan kontak dengan basisdata dan mengambil konten yang dimaksud berdasarkan parameternya. Terakhir, konten dan template digabung bersama dan kembali sebagai halaman html, gambar, css dan javascript yang menghasilkan sebuah konten web sederhana.

Oleh sebab itu, jika kita ingin membuat website maupun blog, namun kita tidak memahami bahasa pemograman maupun basisdata, joomla merupakan open source CMS yang dapat di jadikan alternatif untuk untuk membuat website/ blog sederhana. Joomla diluncurkan pada tanggal 17 September 2005, dengan versi awalnya yaitu 1.0.0. Paket Joomla terdiri dari beberapa bagian yang terpisah dan termodul yang sangat fleksibel, dapat dengan mudah dikembangkan dan diintegrasikan. Sebagai contoh component joomfish yang dapat membantu kita untuk menterjemahkan beberapa bahasa di dunia. Ada ribuan “ekstension joomla” yang secara resmi didelegasikan oleh OpenSourceMatters tersedia di http://extensions.joomla.org/ dan saat ini secara resmi dipindahkan ke http://joomlacode.org dengan dukungan server yang lebih lengkap.

Terakhir, jika kita ingin belajar joomla mulailah dengan download software joomla di http://joomla.org, selanjutnya carilah artikel yang memberikan tutorial penggunaan joomla mulai dari install hingga ke pengembangannya serta ikut serta berdiskusi di http://www.id-joomla.com, komunitas joomla di Indonesia. Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009
Google Translate

